Liputan6.com, Huangsan: Cina menggelar sebuah turnamen Wushu selama akhir pekan di Pegunungan Kuning, Huangsan, Provinsi Anhui, sebelah timur Cina, belum lama ini. Tidak seperti turnamen Wushu sebelumnya, Turnamen Asosiasi Master Wushu (WMA) yang untuk pertama kalinya digelar ini, lebih banyak mempertandingkan duel ketimbang kesempurnaan gerak.
Alhasil, beberapa atlet gagal mempertunjukkan jurus-jurus cantik dan lebih memikirkan bagaimana caranya untuk mengkandaskan lawan. Siasat ini sengaja dilakukan Cina yang menginginkan cabang olah raga tradisional mereka untuk dipertandingkan di Olimpiade.
Sebanyak enam tim Wushu dari seluruh penjuru Cina pun ikut serta dalam kejuaran yang juga disebut sebagai Liga Wushu. Poin dalam pertandingan diperoleh berdasarkan 30 gerakan tradisional Wushu. Kedua atlet yang bertanding dilarang menggunakan sarung tangan dan mengincar kepala.
Hingga saat ini, Wushu masih dipandang sebagai cabang olahraga yang mengedepankan sisi keindahan gerak ketimbang duel. Saat ini, lebih dari 80 juta penduduk Cina bisa mempraktekkan jurus-jurus Wushu. Cina berharap, olahraga tradisional mereka mampu meraih status seperti Taekwondo yang bersal dari Korea dan Judo yang berasal dari Jepang untuk dipertandingkan di ajang Olimpiade.
Selengkapnya...
